PRESS RELEASE KEMASYARAKATAN #8

PRESS RELEASE KEMASYARAKATAN #8

Selamat Siang, Keluarga Mahasiswa FMIPA UNLAM, warga Banua dan Indonesia

Bersama Cerdaskan Anak Bangsa. Bidang sosial masyarakat BEM KM FMIPA UNLAM, secara resmi menyerahkan bantuan kepada anak-anak panti asuhan dari Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah di Banjarbaru (17/6). Bantuan yang diserahkan merupakan hasil dari donasi KM FMIPA dan masyarakat Banjarbaru. Donasi dihimpun dari berbagai kegiatan sosmas dalam kurun waktu Maret s.d Juni 2017 meliputi kegiatan GEMALI I, GEMALI II, dan penggiatan kotak donasi baik pasif maupun aktif. Kegiatan ini berhasil mengumpulkan donasi berjumlah Rp 640.000,- Program ini tidak hanya sekedar membantu pengumpulan donasi kepada meraka yang membutuhkan, namun juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan masyarakat untuk berpartisipasi membantu sesama. Ini adalah program yang memungkinkan setiap orang terlibat lebih jauh dan berpartisipasi secara langsung. Selain menyerahkan donasi kesempatan berkunjung ke panti asuhan dimanfaatkan oleh bidang sosial masyarakat untuk studi pengentasan kemiskinan. Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Banjarbaru merupakan model Yayasan yang baik secara manajemen SDA dan SDM serta sebagai Yayasan mandiri. .
Tak lupa juga kami mengucapkan terima kasih atas dana dan partisipasi seluruh mahasiswa dan masyarakat dalam kegiatan ini. Semoga kedepannya kita dapat terus bergerak besama. .
Salam Pengabdian !
“Muda Menginspirasi !!”
__________________________
Kemasyarakatan se-FMIPA
Bidang Sosial Masyarakat
BEM KM FMIPA UNLAM
#kabinetsintesis #karenakitakeluarga #bersamaselangkahlebihmaju

Bidang, Sosial Masyarakat

PRESS RELEASE KEMASYARAKATAN #7

PRESS RELEASE KEMASYARAKATAN #7

Implementasi Sekolah Pengmas

Tempo lalu telah dilaksanakan implementasi pertama sekolah pengmas di Panti Asuhan Akhlak Mulia, Landasan Ulin, Banjarbaru (12/06). Implementasi pertama Sekolah Pengmas mengambil tema “belajar sambil bermain”. Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi anak-anak yatim piatu dan berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadhan. Seluruh divisi sekolah pengmas terlibat dalam mengadakan kegiatan pengabdian dalam bentuk games meliputi puzzle, tebak gaya, dan ranking 1. Disamping itu, sekolah pengmas juga melaksanakan buka puasa bersama anak panti asuhan. Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan santunan oleh Gubernur Mahasiswa FMIPA UNLAM sebagai hasil donasi GEMALI dari KM FMIPA UNLAM berupa uang tunai Rp 1.030.000,00.
Terima kasih kepada seluruh KM FMIPA yang telah berpartisipasi aktif dalam membantu menyukseskan kegiatan ini. Semoga usaha ini dapat bermanfaat untuk saudara kita dipanti asuhan serta menularkan semangat berbagi dan peduli terhadap sesama

Salam Pengabdian
Agent of Social FMIPA
Divisi [pendidikan, kesehatan, humas, pengembangan potensi] Sekolah Pengmas
__________________________
Kemasyarakatan se-FMIPA
Bidang Sosial Masyarakat
BEM KM FMIPA UNLAM
#kabinetsintesis #karenakitakeluarga #bersamaselangkahlebihmaju

Bidang, Sosial Masyarakat

PRESS RELEASE KEMASYARAKATAN #6

PRESS RELEASE KEMASYARAKATAN #6

40 ALuh - 1 40 ALuh - 2

Haloo Keluarga Mahasiswa FMIPA UNLAM, warga Banua dan Indonesia
Tempo hari Bumi Pertiwi kembali dihadapkan cobaan. Telah terjadi kebakaran di Aluh Aluh Besar, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Atas niat baik dan semangat bersama untuk kebaikan dan pengabdian, Bidang Sosial Masyarakat BEM KM FMIPA UNLAM berkolaborasi dengan KM Fakultas MIPA untuk menginisiasi Gerakan Mahasiswa Peduli Bencana. Sekitar 33 mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa FMIPA UNLAM, mengadakan aksi nyata galang dana dari pukul 16.00 s.d 18.00 WITA di Jl. Ahmad Yani tepatnya di sekitar taman Van Der Pijl Banjarbaru, Kalimantan Selatan (24/05).
Total donasi yang berhasil di kumpulkan dalam Gerakan Mahasiswa Peduli  melalui Aksi Galang Dana ke Jalan berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 3.303.800. Setelah mengadakan penggalangan dan penghimpunan dana, donasi berhasil disalurkan (30/5). Penyaluran bantuan berupa bantuan tunai dan bantuan pakaian.
Terima kasih kepada para mahasiswa yang sudah berpartisipasi baik melalui kotak donasi untuk negeri maupun aksi tanggap bencana. Semoga upaya ini dapat mengurangi beban saudara kita yang sedang tertimpa musibah.
MARI TINGKATKAN RASA KEPEDULIAN DAN PARTISIPASI MAHASISWA FMIPA UNLAM UNTUK MEMBANTU SESAMA !

Salam Pengabdian !
Agent of Social FMIPA UNLAM
Kemasyarakatan se-FMIPA
Bidang Sosial Masyarakat
BEM KM FMIPA UNLAM
#kabinetsintesis #karenakitakeluarga #bersamaselangkahlebihmaju

Bidang, Sosial Masyarakat

Ngampus Bersasirangan

Ngampus Bersasirangan

01 Model Utama 2

Salah satu ciri khas kebudayaan kalimantan selatan adalah kain sasirangan. Sasirangan merupakan salah satu kerajinan tangan yang banyak ditekuni oleh masyarakat kalimantan selatan sekarang ini. Sasirangan bisa dikatakan batik khasnya kalimantan selatan namun sebenarnya berbeda antara batik dan sasirangan. karena sasirangan dibuat dengan cara dijahit atau diikat menggunakan tangan serta ditarik benangnya (dijelujur) sedangkan batik dibuat dengan cara melukis dengan canting.

Di era sekarang ini banyak anak muda yang membudayakan kain sasirangan dengan cara menggunakannya dalam keseharian. Kombinasi antara motif asli yang satu dengan motif lain menarik dengan perpaduan warna yang cerah serta beragam. Selain itu perkembangan sasirangan sekarang ini sangat fashionable. Tak hanya untuk baju saja, namun juga pada kerudung, celana, mukena, dan lainnya. Sehingga sasirangan sekarang mendapat respon baik oleh semua kalangan dan menjadi trend fashion yang kekinian.

Membudayakan mengenakan sasirangan dapat dilakukan dengan cara yang mudah yaitu kebiasaan. Kebiasaan inilah yang sudah lama diterapkan di lingkungan mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat setiap kamis. Melalui Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa BEM KM FMIPA UNLAM lah mahasiswa (i) selalu diingatkan serta diajak untuk mengenakan sasirangan yang tertuang pada program kerja. Program kerja ini merupakan bentuk apresiasi dan rasa cinta mahasiswa FMIPA UNLAM dalam menjaga kebudayaan Kalimantan selatan.

Mari lestarikan kebudayaan indonesia!

Celoteh :

03 Model Utama 2Berkembang | Sasirangan sudah jauh lebih berkembang dari sisi motif, warna, sampai kreasinya. Terbukti sasirangan yang dulu identik untuk orang tua dan dipakai untuk acara-acara formal sekarang sudah diaplikasikan ke kerudung, baju, sepatu dan lain-lain yang warna dan motifnya lebih berwarna sehingga anak muda bisa lebih leluasa mengenakan sasirangan dan lebih-lebih melestarikan budaya seperti basir day yg di terapkan di kampus (Eka Rahmawaty Sahi, Farmasi 2013)

04 Celoteh (Rahmat Amin)Bisnis sampingan | Iseng-iseng bikin sasirangan buat koleksi pribadi namun banyak yang suka dengan motif yang aku buat, mereka pun tertarik dan minta buatkan. Hal tersebutlah yang menjadi  awal mula aku terpikir untuk membuat usaha sasirangan ini. Dengan motif sasirangan yang disesuaikan motifnya dengan ciri khas dari latar belakang si pemesan, misalnya motif benzena untuk mahasiswa kimia, motif DNA untuk mahasiswa biologi, motif Radar untuk mahasiswa fisika dan motif-motif lain yang berbau Sains (Rahmat Amin, Kimia 2013).

05 Celoteh (Rizky Muthmainnah)Jadi Tren | Saya sangat setuju sekali beberapa kampus khususnya kampus saya yang sudah menerapkan “basir day” di setiap hari kamis, sehingga mahasiswa dapat ikut terlibat membudayakan sasirangan. Sasirangan yang beragam mulai dari motif-motif yang bagus hingga model baju, rok ataupun kerudung sasirangan yang sekarang ini lagi trend semakin membuat aku percaya diri dan suka menggunakan sasirangan (Rizky Muthmainnah, Matematika 2013).06 Celoteh (Muhammad Naseruddin)Percaya Diri | Adanya jadwal rutin menggunakan sasirangan bagi mahasiswa yaitu baju, menjadi tidak bingung lagi menggunakan baju apa untuk kuliah dan juga merasa menjadi lebih percaya diri dengan motif dan perpaduan warna pada baju sasirangan yang dipakai. Dengan memulai kebiasaan menggunakan baju sasirangan tersebutlah kita telah ikut membudayakan dan melestarikan sasirangan yang menjadi identitas kita karena kalau bukan kita siapa lagi? (Muhammad Naseruddin, Ilmu Komputer 2014).

Apa Itu Sasirangan? Kain sasirangan adalah kain khas suku Banjar di Kalimantan selatan. Nama “Sasirangan” sebenarnya adalah kata kerja, yaitu mengadopsi dari proses pembuatannya. “Sa” yang berarti “satu” dan “sirang” yang berarti “jelujur/lajur”. Secara harfiah sasirangan bisa diartikan sebagai proses pen-jelujur/lajur-an yang di simpul/diikat dengan benang atau tali lainnya kemudian di celup untuk pewarnaannya.

Sasirangan setidaknya mengenal 19 motif, di antaranya sarigading, ombak sinapur karang (ombak menerjang batu karang), hiris pudak (irisan daun pudak), bayam raja (daun bayam), kambang kacang (bunga kacang panjang), naga balimbur (ular naga), daun jeruju (daun tanaman jeruju), bintang bahambur (bintang bertaburan di langit), kulat karikit (jamur kecil), gigi haruan (gigi ikan gabus), turun dayang(garis-garis), kangkung kaombakan (daun kangkung), dan jajumputan (jumputan). Selain itu ada pula kambang tampuk manggis (bunga buah manggis), dara manginang (remaja makan daun sirih), putri manangis (putrid menangis), kambang cengkeh (bunga cengkeh), awan beriring (awan sedang diterpa angin), dan benawati (warna pelangi).

Menurut sejarahnya, masing-masing motif kain sasirangan mempunyai fungsi yang berbeda-beda dalam ritual upacara adat suku banjar, ada yang khusus untuk pengobatan orang sakit (ghaib), laung (ikat kepala adat Banjar), Kakamban (serudung), udat (kemben), babat (ikat pinggang), tapih bahalai (sarung/jarik untuk perempuan), dan lain sebagainya.

Seiring ke-khasan kain Sasirangan yang “menjual”, peruntukan kain sasirangan tidak hanya sebagai bagian dari ritual adat suku Banjar saja, tapi sudah melebar dan meluas melampaui batas-batas sakral sebagaimana fungsi awalnya. Sekarang, ditangan pejuang-pejuang kreatif, (tanpa berusaha mengubah fungsi utamanya), kain kebanggan masyarakat Kalimantan Selatan ini telah menjelma menjadi berbagai produk seni yang menakjubkan, bahkan sudah siap untuk go internasional! (Sumber : Kompasiana.com)

Artikel ini juga terbit pada Banjarmasinpost edisi Kamis, 08 Juni 2017 | https://issuu.com/deny_bpost/docs/bp20170608/16?ff=true

18

Apresiasi Mahasiswa, Bidang, Komunikasi dan Informasi

BEM Relationship dengan BEM FK UNLAM

BEM Relationship dengan BEM FK UNLAM

38 BR38 BR-2  38 BR-1

BEM RELATIONSHIP oleh Bidang Hubungan dan Relasi BEM KM FMIPA UNLAM Sabtu, (03/06) mengunjungi Fakultas Kedokteran Banjarbaru. Acara ini dihadiri Pengurus BEM KM FMIPA UNLAM bersama Pengurus BEM FK UNLAM.
Acara yang diselenggarakan sejak  pukul 16.30 WITA di awali oleh sambutan dari ketua pelaksana kegiatan kemudian ketua BEM FK UNLAM, Ahmad Dziliard’sy Rafiansyah selaku ketua BEM Fakultas Kedokteran, Rafi mengatakan “dengan diadakannya kegiatan ini smoga kita dapat menjalin silaturahmi yang baik dan terus menjaga bukan hanya pada acara ini saja”. Selanjutnya agenda pengenalan departemen dan program kerja BEM FK oleh Rafi. Kegiatan BEM Relationship ini juga mendapat materi SKKM yang disampaikan oleh bapak Dr. Edyson, M. Kes. Selaku Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Kedokteran. Pada penghujung acara agenda buka puasa bersama serta sholat magrib berjamaah.
Kegiatan ini disambut positif oleh BEM FK, semoga dengan adanya kegiatan ini dapat menjalin hubungan relasi yang baik antar BEM KM FMIPA UNLAM dengan BEM FK UNLAM yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Namun kegiatan ini belum selesai sepenuhnya sehingga pada sabtu (10/06) akan bertemu kembali untuk melaksanakan agenda Focus Group Discussion (FGD) antar bidang BEM KM FMIPA UNLAM dengan Departemen BEM FK UNLAM.

Bidang Hubungan dan Relasi
BEM KM FMIPA UNLAM
#kabinetsintesis #karenakitakeluarga #bersamaselangkahlebihmaju #DiplomatHubrel

Bidang, Resternal

Press Release Audiensi

Press Release Audiensi

Sebagai tindak lanjut pelayangan Surat Terbuka, BEM KM FMIPA UNLAM melalui Bidang Advokasi mengadakan kegiatan Audiensi/Diskusi dengan Dekan serta jajaran Wakil Dekan pada Jumat, 2 Juni 2017, pukul 10.00 WITA – 12.00 WITA. Audiensi ini dilakukan atas kesepakatan Dekan dengan BEM KM FMIPA UNLAM untuk dapat membahas permasalahan yang diangkat pada Surat Terbuka. Pihak Dekanat FMIPA UNLAM yang menghadiri Audiensi/Diskusi ini: Dekan, Wakil Dekan 1 Bidang Akademik, Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, dan Bendahara Fakultas MIPA UNLAM. Wakil Dekan 2 Bidang Umum dan Keuangan berhalangan hadir, dikarenakan sedang menjadi penguji proposal skripsi mahasiswa.

Secara garis besar, topik yang dibahas adalah mengenai keamanan lingkungan kampus, fasilitas (sarana-prasarana), sistem pengelolaan tempat sampah, transparansi anggaran fakultas, serta transparansi Uang Kuliah Tunggal. Topik ini dipilih karena permintaan Dekan yang menginginkan agar pembahasan diarahkan kepada tuntutan mahasiswa yang merupakan kebutuhan mendesak. Adapun hasil dari Audiensi ini adalah kesepakatan Dekanat terhadap beberapa poin tuntutan utama (sarana-prasarana), transparansi anggaran Fakultas MIPA UNLAM (Rancangan Anggaran Kegiatan, dll) serta transparansi Uang Kuliah Tunggal, dan penjelasan-penjelasan lain seputar tuntutan pada Surat Terbuka. Untuk lebih lengkapnya, dapat dibaca pada artikel penjelasan (notulensi singkat dan penjabaran hasil audiensi) yang disertakan dalam Press Release ini.

Adalah bijaksana, untuk tetap bersyukur dan mengawal bersama hasil yang kita dapatkan ini.

Hidup Mahasiswa!

Narahubung:
Deanu Haratinu Tu’u
(Line: deanuharatinu; ☎ 085751211608)

Bidang Advokasi
BEM KM FMIPA UNLAM
#KabinetSintesis
#KarenaKitaKeluarga
#BersamaSelangkahLebihMaju

 

Lampiran :

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

Advokasi, Bidang

Mipa Award in Mei

Mipa Award in Mei

Selamat kepada mahasiswa FMIPA UNLAM atas prestasinya,
Semoga selalu sukses berprestasi serta dapat menjadi motivasi bagi Mahasiswa lainnya

Bidang Apresiasi Mahasiswa
BEM KM FMIPA UNLAM
#karenakitakeluarga
#bersamaselangkahlebihmaju
#mipaawardonThemonth#apresma

Capture 24.1Capture 25Capture 26

Kampus, Prestasi