UNGKAPKAN RASA MESKI MENYAKITKAN

UNGKAPKAN RASA MESKI MENYAKITKAN

77768

  1. Pilih mana?

Menahan dan Mengungkapkan memang dua pernyataan berbeda yang sering melanda kegalauan remaja pada masanya. Pernyataan tersebut bisa berupa perasaan senang maupun marah sesuai dengan kondisi hati yang dialami, namun kedua hal tersebut terus hadir ketika seseorang berada dalam kondisi bingung.

Pepatah memang mengatakan “Malu bertanya sesat dijalan” hal itu menguatkan pernyataan yang mendorong untuk mengungkapkan rasa. Tapi ada juga yang mengatakan “Banyak bertanya tanda minim wawasan” hal ini menguatkan bahwa seseorang tidak harus banyak bertanya atau mengungkapkan karena harus benar – benar memfilter ungkapan dari rasa yang dialami. Ada juga yang menyatakan bahwa “Diam itu emas” hal lain yang menguatkan bahwa diam itu lebih banyak dari pada harus terus mengungkapkan.

Semua yang dibahas memang mempunyai kelebihan dan kekurangan, tergantung dari sisi mana memandangnya dan tergantung dari keperluan yang paling mendesak yang mengharuskan Menahan atau Mengungkapkan. Seperti halnya perasaan saying kepada seeorang, Fiersa Besari penulis puisi dan lirik yang sekarang terkenal di media sosial tentang perasaan pernah memposting pada akun twitternya “Lebih baik memastikan biarpun menyakitkan, daripada selamanya bertahan dalam ketakutan” seperti kalimatnya, hal ini menunjukan jika perasaan itu lebih baik diungkapkan karena kita tidak pernah tahu apa yang kita rasa apakah benar adanya atau tidak jika kita tidak mengungkapkannya secara langsung, karena kita tidak akan mendapatkan jawaban jika hanya memendamnya. Namun ada juga yang lebih memilih untuk diam dan memendam perasaan, karena takut akan orang yang disayang pergi hanya karena ego yang mendorong untuk mengungkapkan perasaan itu.

Kembali lagi, semuanya tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah tergantung situasi dan sudut pandang terhadap suatu masalah. Jika itu berupa amarah maka “Diam itu Emas” tentu lebih baik, tapi jika itu perasaan hati yang berupa energi positif seperti perasaan saying maka lebih baik diungkapkan karena tidak akan pernah tahu jawaban jika hanya sebatas memendam, maka tanyakanlah.

 

 

  1. Mengapa Sulit Mengungkapkan?
  • Takut Merusak Hubungan.

Membangun sebuah hubungan persahabatan bukanlah perkara yang gampang untuk dilakukan. Apalagi persahabatan yang tulus dan dari hati ke hati. Namun tak jarang juga, kebersamaan dalam rentang waktu menumbuhkan rasa cinta di dalam hati. Ketika rasa cinta itu telah tumbuh sementara persahabatan terlanjur jauh, membungkam perasaan dirasa tepat agar kebersamaan itu tidak hilang. Banyak persahabatan yang telah terjalin lama rusak karena ungkapan cinta, rasa nyaman sebagai sahabat akan hilang ketika kamu menolak ajakannya. Dan jika kamu menerimanya karena sebuah keterpaksaan, ketidaknyamanan akan selalu menyertai hubungan kalian.

 

  • Terkurung dalam Rasa Dimasalalu.

Kenangan terasa begitu manis karena tidak dapat diulang kembali. Kejadian menyenangkan yang persis tempat dan momennya tetap akan terasa berbeda jika tidak dilakukan dengan orang yang sama. Begitulah gambaran orang yang belum bisa move on dari kekasihnya yang dulu. Dalam kondisi yang seperti ini, adalah hal yang percuma bila mengajak dirinya beranjak. Memendam perasaan dan sabar menunggu hingga tiba waktu yang tepat adalah hal yang tepat, karena dia sendiri belum siap. Selain itu, jika kalian paksa memulai hubungan antar kalian berdua, siapa yang rugi nanti ketika dia masih menyinggung-nyinggung mantannya di depanmu?

 

  • Tidak Percaya Diri

Individu yang memiliki rasa percaya diri yang minim cenderung menanggapi perasaan suka sebagai sesuatu yang sakral. Berbeda dengan individu yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi dimana ia akan berupaya mengungkapkan rasa sukanya bahkan dapat berupa spontanitas, individu dengan rasa percaya diri yang minim mampu memendam perasaan suka tersebut bahkan menguburnya dalam-dalam.

 

  • Tidak Mengetahui Karakteristik dari Orang yang dituju

Kembali bahwa menyatakan rasa suka membutuhkan sinkronisasi dari keduabelah pihak, maka pertanyaannya apakah perasaan suka ini sinkron dengan perasaan si lawan jenis. Tentu akan mudah mengetahui respon dari lawan jenis jika karakteristik orang tersebut terbuka, ia dapat merespon cepat bahkan ia dapat mengantisipasi kemungkinan yang buruk terjadi. Akan tetapi, bagaimana jika individu yang dituju ternyata protektif, pemalu, dan pendiam tentu akan menjadi tantangan tersendiri.

 

Sumber : –    Kompasiana.com

  • com

https://www.kompasiana.com/santarosa/5a335056caf7db3b7e73fca3/sulitnya-menyatakan-perasaan

https://www.hipwee.com/hubungan/7-alasan-mengapa-kadang-cowok-lebih-memilih-memendam-rasa-cintanya/

 Pirjatullah

  1. Celoteh / Komentar

“Mengungkapkan memang perlu dilakukan, karena tanpa mengungkapkan kita tidak akan pernah tahu balasan dari rasa yang kita pendam. Selagi benar kenapa harus takut, namun yang harus diperhatikan adalah kepada siapa dan kapan kita mengungkapkan karena jika kita tidak memperhatikan etikanya tentu tidak jarang apa yang kita ungkapkan tidak mendapat respon positif bagi yang menerimanya.”

– Pirjatullah –

Yuliastri Dewi

“Tak selamanya menahan amarah itu sakit. Terkadang kita hanya perlu berdamai dengan diri sendiri. Amarah memang seharusnya dipendam dan ditahan, cukup jadi pembelajaran diri. Jika memang sudah tidak bisa menahan, mau tidak mau kita harus memilih untuk disakiti atau menyakiti.”

-Yuliastri Dewi-

Nurul Istiqomah

“Permasalahan selalu datang silih berganti, ada kalanya kita hanya perlu menahannya sendirian dan ada kalanya kita perlu mengungkapkannya ke orang lain. Semuanya memiliki konsekuensi, entah baik atau buruk. Tidak salah jika kita memilih mengungkapkannya selama permasalahan yang dihadapi memang perlu bantuan orang lain. Tetapi akan lebih baik jika kita mengungkapkannya terlebih dahulu kepada Rabb kita, Sang Maha Pembolak-balik manusia.”

  • Nurul Istiqamah –

 

  1. Qoutes

“Seandainya dia tahu, sakitnya bukanlah sakit yang paling sakit. Ketika berada di dekatnya, aku tak bisa menyatakan perasaanku. Aku hanya pria yang senang menunggu, selalu menunggu, dan mengharapkan dia datang. Terlalu tinggikah harapan seperti itu?”

 Dwitasari

Bidang, Komunikasi dan Informasi

FMIPA NEWS : HASIL SOSIALISASI PERUBAHAN SK REKTOR TENTANG PENURUNAN UKT

Hallo KM MIPA,
Sehubung dengan adanya penurunan UKT untuk semester 8 keatas dilingkungan FMIPA , pihak fakultas telah melakukan sosialisasi dan penjelasan mengenai hal tersebut.

Berikut kami rangkuman dalam bentuk FAQ yang dapat diakses melalui link di bawah ini :

https://drive.google.com/open?id=1OWjfLPcHAqjsklMhc2xDV0RHVTBm5oCr

Narahubung :
Juairiah (Line : ju_ay ; 081348339651)
Dea Karina (Line : Dekadyy ; 089613024495)

Bidang advokasi
BEM KM FMIPA UNLAM

Advokasi, Bidang

PRESS RELEASE : MUKER BEM KM XVI

PRESS RELEASE : MUKER BEM KM XVI

[PRESS RELEASE MUKER BEM KM XVI FMIPA UNLAM]

Pada 24 – 25 Februari 2018, telah dilaksanakan kegiatan MUKER BEM KM XVI FMIPA UNLAM bertempat di ruang 2.4 – 2.5 (Marie Curie) gedung 1 FMIPA UNLAM yang  bertemakan “Sinergi dalam Berorganisasi untuk Membangun FMIPA Selangkah Lebih Maju”.  Acara diawali dengan pembacaan tilawatil qur’an oleh saudara Muhammad Rais, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars MIPA, dan Jingle BEM. Acara dibuka dengan sambutan oleh ketua pelaksana, saudara Muchlis Adi Putra dan sambutan oleh gubernur mahasiswa BEM KM FMIPA UNLAM 2018, saudara Rollah Muhammad Arasy Hasan. Musyawarah kerja diawali dengan pembahasan susunan agenda dan tata tertib yang dipimpin oleh presidium sementara yaitu ketua DPM, gubernur mahasiswa, dan ketua pelaksana. Selanjutnya, dilakukan pemilihan presidium tetap dan terpilih saudara Muhammad Al-Ichsan Nur Rizqi Said sebagai presidium 1, Mochammad Anshori sebagai presidium 2, dan Bagas Styawan sebagai presidium 3. Musyawarah kerja selanjutnya dipandu oleh presium tetap. Agenda dilanjutkan dengan penyampaian program DPM KM FMIPA UNLAM oleh ketua DPM saudara Moh. Luthfi Mahfuzh, kemudian dilanjutkan pembacaan dan pembahasan program kerja BEM KM FMIPA UNLAM masing – masing bidang yang disampaikan oleh Gubernur Mahasiswa bersama kepala bidang terkait. Selanjutnya, dilaksanakan penundaan waktu siding untuk  membahas dan mengesahkan RAPBO BEM bersama DPM. MUKER diakhiri dengan disahkannya program kerja BEM KM FMIPA UNLAM. Agenda secara keseluruhan selesai dan ditutup oleh panitia acara.

Simak selengkapnya pada link berikut
https://drive.google.com/open?id=1gVVAiSN7u6S2dUPVMZcQEY7XsxY5EsEH

 

Bidang Kominfo

BEM KM FMIPA UNLAM
#KabinetBersinergi
#SinergisitasTanpaBatas

Bidang, Komunikasi dan Informasi