Rubrik Advokasi : Kontrak Politik? Apa Itu?

Rubrik Advokasi : Kontrak Politik? Apa Itu?

Kontrak Politik merupakan lembaran tuntutan mahasiswa yang dicetuskan oleh Ormawa FMIPA UNLAM pada tahun 2014 sebagai tindak lanjut terpilihnya Dekan FMIPA UNLAM Periode 2014 – 2018. Secara garis besar, Kontrak Politik ini mengandung tuntutan-tuntutan dalam hal:

  • Transparansi dana/anggaran
  • Memfasilitasi terciptanya Ikatan Alumni dan reuni akbar
  • Melengkapi dan memperbaiki fasilitas kampus (kualitas dan kuantitas sarana-prasarana)
  • Meningkatkan keamanan gedung FMIPA 1 dan FMIPA 2
  • Pemanfaatan portal akademik secara maksimal
  • Memperluas kemitraan dan kerjasama dengan instansi tertentu (pemerintah/swasta)

Kontrak Politik ini sendiri telah disetujui oleh Dekan FMIPA UNLAM Periode 2014 – 2018, yang akan mengusahakan berbagai tuntutan tersebut untuk dapat dipenuhi. Namun di dalam Kontrak Politik ini tidak ada persetujuan secara tertulis dari Dekan FMIPA UNLAM, sehingga Kontrak Politik ini tidak memiliki daya ikat secara langsung terhadap Dekan. Hal yang menarik di tahun ke-3 berjalannya Kontrak Politik ini, banyak dari tuntutan mahasiswa ini yang belum terpenuhi.

Dalam kondisi seperti ini, sangat penting bagi mahasiswa FMIPA UNLAM untuk terus mengingat, mengetahui, dan memahami isi dari Kontrak Politik ini. Alasan yang paling mendasar dari hal ini adalah, karena peran mahasiswa sebagai generasi pengontrol dan pengawas yang diharapkan mampu mengendalikan keadaan sosial-politik di lingkungannya, terkhusus dalam konteks ini adalah pengawasan mahasiswa FMIPA UNLAM terhadap berjalannya pelaksanaan Kontrak Politik. Dengan daya ikat yang lemah dari Kontrak Politik ini terhadap Dekan FMIPA UNLAM, satu-satunya jalan agar tuntutan-tuntutan tersebut dapat dipenuhi adalah dengan cara menuntutnya secara kontinyu, mengawasi, dan mengawal berbagai perkembangan di dalam kampus FMIPA.

BEM KM FMIPA UNLAM melalui Bidang Advokasi, pada tanggal 22 Februari 2017 – 6 Maret 2017 telah melakukan survei melalui kuesioner terhadap 430 mahasiswa. Survei ini meliputi pertanyaan-pertanyaan seputar pengetahuan mahasiswa FMIPA UNLAM terhadap adanya Kontrak Politik Dekan 2014 – 2018. Dari 430 mahasiswa, 88% menyatakan ketidaktahuannya terkait Kontrak Politik, dan hanya 12% saja yang mengetahui adanya Kontrak Politik Dekan 2014 – 2018. Ayo mahasiswa FMIPA UNLAM, ketahui, pahami, awasi, dan tuntut pelaksanaan Kontrak Politik Dekan 2014 – 2018 ini bersama-sama!

Oleh Dea Karina & Nurul Istiqamah

Cek isi dari Kontrak Politik di : bemkmfmipa.ulm.ac.id/konpolfmipa

Narahubung : Deanu Haratinu Tu’u (Line: @deanuharatinu) Dea Karina (Line: @dekadyy) Nurul Istiqamah (Line: @istiqammah)

Advokasi, Bidang

Rilis Pers : Penipuan Atas Nama Dekan FMIPA UNLAM

Rilis Pers : Penipuan Atas Nama Dekan FMIPA UNLAM

Selasa, 21 Februari 2017, kampus FMIPA UNLAM dihebohkan oleh kejadian penipuan yang mengatasnamakan Dekan FMIPA UNLAM. Penipuan yang mengatasnamakan Dekan ini dilakukan melalui sambungan telepon seluler, dengan cara menelepon beberapa mahasiswa FMIPA UNLAM. Salah satu mahasiswa yang menjadi korban penipuan ini adalah Ahmad Nurhadi R. (AN) yang merupakan mahasiswa Fisika angkatan 2016.

Modus penipuan yang dilakukan adalah dengan cara mengaku sebagai Bapak Heri Budi Santoso, dan memberikan tawaran untuk mengikuti kegiatan seminar nasional yang akan diadakan pada tanggal 3 – 5 Maret 2017 bertempat di Jakarta. Selain memberikan tawaran, penipu juga mensyaratkan agar calon peserta mempunyai rekening bank dengan saldo minimal 1 juta rupiah. “Saya ditelepon oleh Pak Dekan, beliau menawarkan kepada saya bahwa saya akan mengikuti seminar nasional pada tanggal 3 – 5 Maret 2017 ini. Namun, pak Dekan menanyakan dulu berapa saldo ATM saya, dan saya menyebutkan nominal ATM saya. Setelah itu saya diperintahkan untuk menuju ATM terdekat karena beliau akan segera mengikuti rapat.” Jelas AN.

AN saat itu segera menuju ATM terdekat, dan diperintahkan untuk mengirimkan sejumlah uang ke nomor rekening 0506242855. Perintah yang diberikan kepada AN adalah untuk tidak menutup sambungan telepon dan juga mengikuti seluruh perintah yang didiktekan kepada AN. Penipuan yang terjadi ini merugikan AN belasan juta rupiah, dengan rincian pengiriman uang ke nomor rekening 0506242855 sebanyak dua kali, dan pengisian pulsa ke nomor 08567393379 dan 0819815837.

AN sendiri telah berupaya untuk melaporkan tindak penipuan ini kepada pihak Fakultas MIPA UNLAM, dan juga ke pihak yang berwenang. Pihak fakultas MIPA melalui Dekan merespon kejadian ini dengan memberikan himbauan kepada seluruh sivitas akademika, khususnya mahasiswa untuk selalu berhati-hati dalam menerima telepon asing yang mengatasnamakan jajaran Dekanat ataupun Rektorat Universitas Lambung Mangkurat.

Selain AN, ada beberapa korban lain yang juga menerima telepon dari nomor yang sama, dengan modus penipuan yang sama. Dugaan sementara, penipu dapat mengakses informasi internal FMIPA UNLAM melalui berbagai acara Ormawa FMIPA UNLAM yang disebar menggunakan pamflet/brosur/proposal yang mencantumkan data jajaran Dekanat atau Rektorat, serta nomor contact person kegiatan.

Atas kejadian ini, BEM KM FMIPA UNLAM menghimbau kepada seluruh sivitas akademika FMIPA UNLAM agar selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan jajaran Dekanat ataupun Rektorat Universitas Lambung Mangkurat. Selalu lakukan klarifikasi terhadap kebenaran informasi yang Anda terima, terutama bagi mahasiswa yang mencantumkan nomor pribadinya di berbagai kegiatan Ormawa FMIPA UNLAM.

Bidang Advokasi

BEM KM FMIPA UNLAM Periode 2017

Narahubung : Deanu Haratinu Tu’u (Line : @deanuharatinu), Anjar Pribadi (Line: @anjarvratama)

Advokasi, Bidang, Kampus